Latest Updates

Hikmah Menghentikan Konvoy Peserta Peringatan 70 tahun HUT RI

Karena banyaknya para Member Platinum Matahati yang bertanya kepada saya (MH) berkaitan dengan Ramainya di TV dan Media sosial. Saya diminta untuk memberikan Hikmah dibalik kisah ini dari sisi matahati dengan metode NLP-Spiritual dan NAC-Spiritual.

Saat ini menjadi Tren di dunia untuk mengangkat aksi-aksi Pelanggaran sosial di masyarakat, yang memang tujuanya adalah untuk menyadarkan para pelanggar. Dan pesatnya Media sosial mempercepat dan memperluas Hasil liputan dari aksi-aksi tersebut. https://youtu.be/0DhIf8F-E1I

Dan banyak juga yang mengapresiasi aksi ini, karena biasanya jika aksi pelanggaran yang di sebarkan melalui media sosial akan banyak memberikan efek Malu. Diharapkan para pelanggar tidak mengulanginya lagi.

Dan dikota-kota besar didunia banyak pelanggaran lalulintas, dan memicu para aktivis sosial untuk membuat sebuah Aksi Liputan-liputan untuk menegus secara langsung. Dengan berbagai konsekuensi yang mereka harus terima jika para pelanggar tidak menerima aksi mereka.

Namun untuk Aksi yang dilakukan Elanto Wijayanto dengan menghadang peserta INDONESIA BIKE WEEK (IBW) dalam rangka memperingati 70tahun kemerdekaan yang di buat oleh sebuah komunitas Motor besar terbesar di Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian dan Komunitas lainya perlu kita lihat dari beberapa sisi lain. https://youtu.be/zVWuViel1Fw

Dan buat saya ini sangat menarik. Karena ini adalah sebuah metode System Kuasa Akal, dimana kekuatan Kuasa Akal adalah mampu mengendalikan Perasaan-perasaan (emotion). Ketika seseorang mampu memiliki kemampuan dalam Kuasa Akal dia bukan saja mampu mengendalikan perasaan dirinya, namun seseorang mampu mengkondisikan emotion seseorang, bahkan lingkungan sekitar dan yang lebih luas lagi adalah Mempengaruhi dan mengendalikan Emotion Penonton di Dunia.

Tergantung Niat dan Tujuan serta Alasan mau kemana kendali ini digunakan.

1. Nilai Standar
2. Makna dan Persipsi
3. Fokus
4. Keyakinan

Mari kita lihat Nilai-nilai standar yang dibangun oleh sdr. Elanto dan kawan-kawanya,

1. Kenapa beliau menggunakan Sepeda, ? bukan berperan sebagai pejalan Kaki, ?
Aksi Elanto sebenarnya bukan aksi pertama kali, namun tahun 2014 dia melakukan aksi yang sama. dengan metode Dokumentasi Video. https://youtu.be/CAsh_eCMlQs

Ingat bahwa aksi yang diperankan oleh Elanto Total Aksi peran, bukan aksi sebenarnya seorang pesepeda yang sedang berolah raga. (memang sudah dipersiapkan).

Nilai-nilai standar dibentuk dari Pengalaman, Aturan-aturan (UU), Nilai Budaya & Agama, TV, Media sosial.

Nilai Standar dari Pesepeda pada umumnya adalah ;
a. Kendaraan sederhana
b. Kendaraan Sehat
c. TV menyiarkan Sepeda adalah olah raga sehat.

Nilai-nilai Standar MOGE ;
a. Motor orang kaya (harga mahal)
b. Orang kaya banyak muncul di TV karena kasus korupsi
c. Orang Kaya di TV banyak diberitakan menindas orang kecil.
d. Berita sering memunculkan MOGE AROGAN.

2. Dari Pilihan yang digunakan EW ini maka, akan terbangun Makna ;
a. Saya adalah seorang Pesepada yang sedang berolahraga
b. Saya patut di Utamakan dari pada Motor, Mobil dan Transportasi kendaraan lainya
c. Saya Punya Hak lebih dari pada trasportasi lain.
d. Saya pengguna Bike To Work (yang lagi ngetren).
Sehingga ketika Makna Publik dibentuk munculah persepsi Masal. Dan jika anda pecinta Film Holywood mereka menggunakan metode yang sama yaitu membangun Persepsi Massal. Sebagai bentuk pembenaran (yang banyak itu benar, Minoritas itu salah). Walau yang banyak itu salah ketika dilakukan secara masal maka akhirnya menjadi pembenaran.

Dan dipilih antara sepeda dana MOGE. Maka Makna dan Persepsi yang muncul adalah Orang miskin lawan orang Kaya. Orang sehat lawan orang yang Foya-foya. Orang santun lawan orang Arogan.

Langkah berikutnya adalah dengan memperkuat FOKUS.

3. Fokus; Ingat dalam setiap Materi yang saya sampaikan bahwa Fokus itu tergantung anda ingin mengarahkan Lensa Kamera kemana. ? karena Pusat Otak bawah sadar akan mengarahkan Pusat otak berfikir. Dimana disaat Fokus lensa kamera di arahkan kepada dua orang yang berkelahi di sebuah pernikahan. Dan anda memfokuskan kamera pada dua orang tersebut dan anda memfotonya. Lalu anda sebar foto tersebut dengan menggunakan Kosakata : Pernikahan kacau ada perkelahian dan dimunculkan foto tersebut. Sehingga setiap orang Otak Berfikirnya akan Menggenalisir bahwa PERNIKAHAN KACAU. Padahal perkelahian tersebut bukan didalam ruang pernikahan tapi disudud luar dari ruangan.
Salah satu Penguat Fokus adalah “KOSA KATA”.

Pilihan kata :
SEPEDA MOGE
Kendaraan Sederhana Kendaraan Orang Kaya
Olahraga Senang-senang
Tidak bersuara Bising
Taat Melanggar
Sopan Arogan
Warga Pengendara Moge

Sudah memiliki Nilai standar Massal lalu Makna dan Persepsi massal, dan di Fokuskan dengan Foto/gambar/Video untuk mengarahkan Otak Penglihatan,Otak Pendengaran sehingga Otak Alam bawah sadarnya akan merespon untuk diperkuat menjadikan sebuah bentuk cerita Emotional.

4. Sehingga yang akan terjadi adalah Keyakinan. Tujuan awalnya adalah ingin memberikan maksud untuk meyakini Publik dan Masyarakat bahwa Ada Aksi “PESEPEDA MEMBERHENTIKAN AKSI AROGANSI MOGE” - maka jadilah sebuah Keyakinan yang kuat.

EW sudah menggunakan yang disebut system Kuasa AKAL. Dan siapapun mampu membuat ini. Tergantung tujuannya apakah untuk kebaikan atau keburukan.

Tujuan EW dan Organisasi LSMnya adalah untuk menyampaikan kepada PUBLIK bahwa apa yang dialakukan adalah AKSI BENAR dan BERANI. Bahwa setiap Pelanggar Lalulintas tidak memandang siapapun dia.
Disadari atau tidak EW sedang menggunakan system kuasa Akal, salah satunya NAC (Neuron Association Condition) Pengkondisian menghubungkan kendali otak. Dan NLP (Neuron Linguistic Programming) Mereset ulang cara berfikir. Semua Pakar NAC dan NLP tau benar mengenai ilmu ini. Dan betapa Dahsyatnya dalam mempengaruhi persepsi Publik.

NLP dimulai oleh Ahli Matematika/Computer Programming (Dr. Richard Bandler) dan seorang Profesor Linquistic (Dr. John Grinder) dan ditenarkan oleh Anthony Robbins. Dr. John Grinder adalah salah satu Anggota CIA. Dan dia spesiali timur tengah. (dan dunia tau metode mereka telah berhasil dalam mengarahkan emosi publik). Tergantung kearah mana tujuan mau dihasilkan.

Dari kisah Hikmah EW & Organisasinya saya akan menggunakan metode NLP-Spiritual dimana akan akan terlihat perbedaannya.

1. Jika ingin merubah keburukan – Lakukanlah dengan Kebaikan.
2. Setiap Emosi yang dikedepankan maka Ilmunya akan dijadikan pembenaran atas Aksi emosi
3. Ingin merubah sesuatu ;
a. Gunakanlah dengan tangan Kekuasaan yang Engkau Miliki (jika engkau penguasa) jika belum menjadi penguasa, maka berjuanglah untuk menjadi Pemimpin yang berkuasa. Presiden. Kapolri, Panglima Gubernur, Bupati yang memang dengan tangan kekuasaannya mampu merubah keburukan menjadi kebaikan. Namun jika anda bukan dan belum mampu maka rubahlah keburukan dengan,
b. Lisan (Ucapan), Ulama, Guru, yang setiap ucapan lisanya mampu di ikuti. Namun jika Anda belum, maka belajarlah untuk bisa menjadi Ulama, jika anda tidak mampu menjadi ulama. Maka rubahlah keburukan dengan,
c. Hati, dengan Doa. Dan Doa yang diterima adalah Doa yang Tulus Ikhlas dan Taat kepada TUHANYA.

Sekarang mari kita lihat Aksi dari EW dan Organisasinya.

Waktu dan Tempat kurang tepat (entah disengaja atau memang tidak mengerti). Aksinya dilakukan pada waktu adanya Acara Resmi INDONESIA BIKE WEEK dimana semua Unsur Pemerintah daerah, Pusat, Kepolisian Mabes dan Daerah sudah memberikan Izin mengenai Acara ini.

Memang benar kalimat ini “siapapun berhak menggunakan jalan” dan “siapapun pelanggar harus ditindak tidak pandang bulu” kalimat ini adalah HAK dan saya setuju semua setuju. Sama juga dengan kalimat seperti ini “Sholat dan Beribadah itu Wajib bagi setiap orang yang beragama” “ Sholatlah tepat pada waktunya”. Dan kalimat ini adalah HAK (benar).

Ketika ada pengendara Motor-Sepeda-Mobil ketika ada lampu merah artinya BERHENTI. Jika tidak akan Melanggar. Sama juga dengan Siapapun yang muslim SHOLAT. Ibadah Ke gereja, wihara atau tempat sesuai yang diyakininya.

Namun ketika EW melihat ada seorang Muslim yang tidak SHOLAT dia lalu mendatanginya dan mendokumentasikan bahwa ini salah satu Muslim yang tidak Taat. Dan dia mengeluarkan Dalik-dalil sesuai Alquran. Dan Memang Benar. Namun EW lupa bahwa ada Kondisi lain yang membolehkan. Seorang wanita yang Haid, seorang pria yang musafir boleh menjamak sebelumnya.

Pada kasus Lalulintas, Memang benar kalau ada MoGe yang menerabas Lalu lintas tapi mungkin EW hanya memfokuskan kepada :
Lampu merah dikenal sebagai alat pemberi isyarat lalu lintas dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Soal lampu merah diatur dalam pasal 1 angka 19 dan pasal 1 angka 8 peraturan pemerintah nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam pasal 106 ayat 4 huruf c UU tersebut tertulis: setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan alat pemberi isyarat lalu lintas. Sanksi bagi siapa pun yang melanggarnya adalah pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Hal ini tertuang di pasal 287 ayat 2

Ingat Mengenai 4 system kuasa Akal diatas, 1. Nila Standar, 2. Makna&Persepsi 3. Fokus 4. Keyakinan.

EW hanya memfokuskan kepada MOGE yang Melanggar lampu merah (titik) namun EW lupa ada kondisi lain yang juga diatur. Layaknya seperti Sholat tadi.

Di dalam pasal 134, disebutkan pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan dengan urutan sebagai berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
d. Kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi
tamu negara
f. Iring-iringan pengantar jenazah
g. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara. (poitn ini diperuntukan untuk acara seperti IBW)

Dan Aksi yang dilakukan EW adalah disaat puncak ACARA INDONESIA BIKE WEEK dimana para Peserta peringatan 70 tahun kemerdekaan sedang menuju proses Acara dari lokasi berkumpul di Jogya City Hall menuju PRAMBANAN dimana disana sudah tersusun Agenda dan jadwal Acara. Dan ini bukan hanya pengendara MOGE tapi seluruh peserta dari masyarakat. Dan melibatkan pagelaran budaya dan Upacara. Dimana para peserta berjumlah lebih dari 2000 MOGE, dan Polisi sudah membuat perencanaan arus lalulintas agar konvoy dalam rangkaian lancar dan bisa sampai di lokasi, sehingga arus lalu lintas bisa dikembalikan dengan Normal.

Pernahkan kita melihat Pawai acara Arak-arakan Adat budaya, atau acara saat pernikahan putri kraton jogya dimana jalan Malioboro ditutup, bahkan ada banyak kendaraan dari arak-arakan saat lampu merah tidak berhenti. Dan semua itu sudah diatur sesuai dengan UU. Atau mungkin saat adanya Demo aksi buruh yang berjumlah puluhan ribu, dimana ada pengendara motor, bus kopaja lalu polisi mengambil tindakan untuk mengawal aksi tersebut, berapa banyak lampu merah yang di terabas. ?

Buat MH yang menarik adalah :
1. EW sudah berhasil dalam menarik perhatian mengenai Misinya untuk berkampanye mengenai bentuk pelanggaran lalulintas. Dan Organisasi yang dia miliki memang bergerak didalam mengkritik para pelanggar dijalan.
2. EW juga sudah memanfaatkan Isu sikaya dan simiskin, sikuat dan silemah sebagai bentuk untuk memperkuat tujuanya dengan mengarahkan dan mengendalikan Emotional penonton. (komuditas politik)
3. EW berhasil memancing para korban-korban yang pernah mengalami aksi Arogansi ataupun melihat langsung aksi pengendara Moge yang melanggar untuk ikut berkomentar sehingga memperkuat NAC (pengkondisian Neuron) agar lebih mampu meyakini penonton dalam aksi peranya.
4. EW juga menunjukkan kekurangannya.
1. Nilai Standar Spiritualnya dikesampingkan. Dan ini suatu saat saat pada usia tertentu dikala nanti dia sudah menikah berkeluarga dan lebih dekat kepada Tuhan akan menyadari bahwa selama ini Aksinya bukan menambah kebaikan justru Menambah Dosa. Karena apa yang dilakukakanya tidak sesuai dengan tuntunan Agama.
2. Kota Jogya dan Masyarakat Jogya secara tidak sadar sudah diajak untuk mendukung Aksi EW agar setiap Kesalahan, Pelanggaran harus dibuat MALU,melakukan Aksi berbahaya, dan Aksi-aksi dengan tindakan yang justru melawan hukum juga.
Ketika Aksi dan Peran yang dimainkan oleh EW ternyata pada akhirnya bisa dipatahkan, baik dari sisi Peraturan, Perijinan, serta ternyata yang dilakukanya sudah di setting untuk dipublikasikan.

Dimana EW ingin menunjukkan bahwa KEPOLISIAN salah bahkan menyalahkan anggota yang bertugas saat itu, mencaci petugas (bukankah petugas itu juga seorang ayah, punya keluarga yang harus menanggung malu)?.
Belum lagi 2000 dari peserta MOGE yang namanya tercemar karena Aksi dia dan dipublikasinya.

Diantara 2000 Moge adalah seorang Ayah anak-anaknya disekolah dicemooh oleh teman-temanya karena tau ayahnya pecinta Moge, atau dari 2000 moge adalah seorang Aktivis yang juga pelopor keselamatan berkendaraan yang dia juga membantu bahkan bukan hanya sekedar ucapan dan bikin video, tetepi mengeluarkan dana ratusan juta untuk membantu kepolisian dan warga agar bisa selamat dan tertib berlalulintas (safety riding).

Belum lagi seseorang yang dirugikan dalam bisnis otomotifnya karena Brandingnya di Cap Motor AROGAN. Dan menyebabkan penjualan menurun berpengaruh kepada karyawan-karyawanya. Dan yang menyedihkan seluruh Hotel di kota Jogya dianggap menampung dan merestui para pe MOGE yang Arogan, ikut andil dalam memfasilitasi para peMOGE yang arogan.

Inilah Akibat dari Aksi Peran yang dimainkan oleh seseorang, kalau FOKUSNYA hanya Kepada INGIN menunjukkan AKSI Mampu menunjukkan KESALAHAN orang. Bukankah itu cara paling mudah dan rendah iman dalam merubah satu keburukan. ?
“Jika Keburukan membawa kebaikan, Maka dimanakah letak Keburukannya”?
“Jika Peran Kebaikan lalu menjadi Keburukan, lalu dimanakah letak peran Kebaikannya ?

Thanks to EW karena bisa menjadi Pembelajaran buat kami semua. Jadi tau mana yang Hak (benar) dan mana yang Bathil(buruk)