Latest Updates

Prinsip Indonesia Tanpa Diskriminasi‬

Lima variabel Model Kosmopolitanisme: pendidikan, kemampuan ekonomi, urbanisme, akses informasi, dan pengetahuan. (1)
Model kosmopolitanisme mempunyai argumentasi tersendiri dalam menjelaskan munculnya toleransi atau diskriminasi. Menurut model ini, diskriminasi berkaitan dengan seberapa seseorang terekspose dengan dunia luar. Ada lima variabel dari model kosmopolitanisme. Variabel pertama, pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai faktor penting munculnya toleransi. Lewat pendidikan, seseorang diajarkan pentingnya menghargai keberadaan orang lain yang berbeda latar belakang. Lewat pendidikan seseorang juga diajarakan pentingnya kebebasan politik dan hak-hak sipil. Studi yang dilakukan Nunn (et.al) memperlihatkan ada hubungan positif antara pendidikan dengan sikap toleransi. Semakin tinggi pendidikan, maka semakin tinggi pula tingkat toleransi. Studi yang dilakukan Ewa A. Golebiowska juga memperlihatkan ada hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan dengan toleransi atau diskriminasi.
Variabel kedua, kemampuan ekonomi. Toleransi atau diskriminasi juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi seseorang. Warga yang mampu secara ekonomi secara teoritis lebih toleran dibandingkan dengan mereka yang tidak mampu secara ekonomi. Menurut Ewa A. Golebiowska, aspek kemampuan ekonomi ini berkaitan dengan skala prioritas dan tingkat persaingan. Seseorang yang kehidupan ekonominya buruk cenderung untuk menempatkan kepentingan dan kebutuhan ekonomi (seperti kebutuhan dasar) dalam tingkatan yang lebih penting daripada kebutuhan psikologis seperti relasi dengan orang dari latar belakang berbeda.